Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2021

Monolog Dua Arah

 Jadi begini, dulu masa SMA silam, saya pernah berhubungan dengan seorang perempuan. Dimulai dari awal SMA, saya hanya "iseng" mendekati dia. Genap 1 minggu saya mengajaknya untuk berkomitmen menjadi sepasang kekasih (mungkin saat itu aku saja tak tahu apa definisi "komitmen"). Seperti sebuah pemaksaan, saya menembaknya diatas motor berjalan, dalam perjalanan mengantar dia ke rumahnya, dan dia menolak. Saya tak memberhentikan motor saya sebelum dia memberikan alasan jelas mengapa dia menolak. Dia hanya berkata "kita baru kenal". Dan saya beranggapan bahwa itu alasan yang tidak logis (atau logika saya hanya dibutakan dengan ambisi tak mau gagal saya?) Akhirnya dia berkata "beri aku waktu berpikir", maka saya berikan. 27 Oktober 2015, dia menerima saya sebagai kekasihnya. Jujur, dahulu saya sederhana soal mencintai, tak banyak tuntutan. Karena pada masa itu saya bosan menjadi korban. Saya selalu menjadi korban. Maka saya terbiasa menjadi korban...