hi, maaf jadi disini ngobrolnya. makasih ya, udah ijinin aku jadi pemeran pembantu dalam operamu, walau sementara. seperti biasanya, saat emosi mengambil alih, logika susah berfungsi beberapa hari kemarin setelah putusan akhir hubungan kita telah ditentukan, aku sudah di ambang kewarasan aku. belajar dari pengalaman, coping mechanism untuk meredakan itu semua untukku ya bicara, apapun yang kumau tanpa pertimbangan lagi aku harus keluarin semua sisi ingin aku, sampai tuntas. sampai di tahap realita dan situasi memaksa dan berkata, "cukup". saat kamu bilang "tapi dulu ngomong kamu gak seabsurd ini", itu aslinya aku. rasional, simpati dan toleransi aku kesampingkan demi diriku. aku lepasin apa yang selama ini aku simpan. aku izinkan diri aku gila, untuk saat ini. dibalik kegilaan itu, Puji Tuhan aku belajar lebih banyak lagi persoalan syukur. aku mensyukuri matahari masih muncul dari timur, aku mensyukuri bahwa masih banyak hal yang belum aku tahu sepenuhnya, aku mensy...
Komentar
Posting Komentar