10 Sifat/Kebiasaan Yang Tidak Disukai Oleh Orang Lain


Mengeluh

Mengeluh itu seperti membuang sampah. Sampah kekecewaan, sampah kekhawatiran, sampah kesusahan, dsb. Hanya orang yang berhati mulia dan psikolog yang dibayar yang selalu siap menampung keluhan orang lain. Umumnya orang tidak suka dijadikan keranjang sampah. Cobalah berhenti mengeluh. Kalau tidak tahan untuk memuntahkan unek - unek, temuilah orang yang tepat. Orang yang tepat itu bisa saja orang yang membuat Anda kesal, bisa juga orang yang akan menunjukkan jalan keluar.

 Tidak Tahu Diri


Diberi hati minta jantung, mungkin ungkapan yang tepat untuk menggambarkan orang yang tidahk tahu diri. Kalau dibantu sekali oleh orang lain dan akhirnya jadi keterusan bergantung pada bantuannya, bisa membuat orang kesal. Bertamu ke rumah tetangga berjam - jam setiap hari bisa membuatnya sebal. Meminjam buku yang rapih dan dikembalikan dalam keadaan sobek tanpa kata maaf atau niat mengganti, bisa bikin orang kecewa.Belajarlah bertenggang rasa. Caranya, sering - seringlah bertanya kepada diri sendiri : "Seandainya aku jadi dia, bagaimana perasaanku ?"

Omong Besar Saja

Orang yang suka omong besar saja biasanya punya cerita atau ide yang kedengarannya Wah, suka ngobral janji  yang muluk - muluk, suka menceritakan pengalaman pribadinya yang spektakuler, suka membanggakan kehebatan - kehebatannya, dsb. Untuk sementara bisa saja orang lain terbius dan menganggapnya sebagai kebenaran. Namun lama - kelamaan, orang bisa menilai. Kalau omong besar disertai fakta tentu orang bisa kagum. Tapi kalau tong kosong nyaring bunyinya, kuping siapa yang mau mendengar?

Menjelekkan Orang Lain

Menjelekkan orang lain memang kadang - kadang bisa membuat obrolan jadi seru, apalagi kalau lawan bicara punya hobi ngerumpi atau ngegosip. Tapi menyukai gosip tidak berarti menyukai tukang gosipnya. Lagipula tidak semua orang akan senang mendengar cerita - cerita miring mengenai orang lain. Bahkan orang berpikir : "Sekarang kamu menjelekkan dia. Mungkin nanti tiba giliranku jadi obyek gosipmu!".

Egois

Orang egois selalu berpusat kepada dirinya sendiri. Dia lebih suka memikirkan atau membicarakan topik mengenai dirinya, kegiatannya, hobinya, masalahnya, dsb. Dia kurang tertarik untuk mendengarkan, memperhatikan atau membantu orang lain. Akibatnya, orang yang egois cenderung merasa kesepian karena orang lain segan menjalin hubungan dengannya. Berusahalah mengalihkan perhatian tidak hanya kepada diri sendiri, tapi juga kepada orang lain. Bagaimanapun, untuk menjadi seorang pribadi yang utuh, kita memerlukan orang lain.

Pelit

Hemat pangkal kaya, namun pelit bisa jadi pangkal dijauhi orang. Orang pelit biasanya lebih suka dibagi daripada berbagi. Orang pelit bisa tega mengambil rokok temannya yang tinggal 2 batang, sementara di sakunya masih ada sebungkus yang akan dihabiskannya sendiri. Berbagi dengan orang lain tidak akan membuat Anda miskin. Mulailah dari hal - hal kecil yang bisa Anda lakukan, dan hapuslah citra pribadi pelit di mata orang lain.

Keras Kepala 

Memegang teguh pendirian atas hal - hal yang prinsipil itu bagus. Namun orang yang keras kepala biasanya suka ngotot untuk soal sepele, ribut untuk urusan tidak penting, debat untuk berebut pepesan kosong, tidak mau mendengar nasehat orang lain, merasa diri paling benar, haram untuk mengalah, tidak mau mengakui kesalahan, dsb.
Tetaplah menjadi seorang pribadi yang teguh dalam pendirian yang benar, namun fleksibel dalam urusan yang tidak prinsipil.

Sombong

Orang yang sombongmerasa dirinya superior dibandingkan orang lain. Itu tercermin dari kecenderungannya yang mudah mengkritik, mencela dan menganggap remeh orang lain. Orang sombong juga biasanya suka pamer, bergaya eksklusif dan dan memilih - milih dalam bergaul. Orang tidak pernah tertarik dengan orang yang sombong. Justru kerendahan hatilah yang dianggap sebagai salah satu sifat mulia yang disukai orang lain.

Sensitif

Orang yang sensitif sebetulnya memasang pagar pemisah dengan orang lain. Perasaannya mudah tersinggung, dan hatinya mudah terluka oleh ucapan atau sikap orang lain. Meskipun orang lain tidak bermaksud menyerang, namun orang yang sensitif bisa saja menganggapnya sebagai serangan yang melukai hati. Akibatnya, orang lain cenderung menjauhi karena takut tanpa sengaja menyakitinya. Kalau mau jujur seringkali perasaan tersinggung itu hanya reaksi perasaan sendiri yang salah.

Bohong

Orang yang hobi bohong biasanya bisa menghasilkan kebohongan dengan spontan, kreatif, tampak wajar, bahkan menyakinkan. Kebohongan kadang - kadang cukup efektif untuk menutupi kekurangan, untuk mencari alasan, untuk mengecoh orang lain atau untuk menghalalkan dosa. Namun kalau sudah terbongkar, sulit untuk menghapus citra pembohong pada pikiran orang lain. Berusahalah menghilangkan kebiasaan berbohong, sebab sekali lancung keujian seumur hidup tidak akan dipercaya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Satan Church / Gereja Setan di Jakarta

Film "Stay Alive"

manifestasi patah hati